Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

MEMBACA BUKU “UNDERSTANDING MUHAMMAD: A PSYCHOBIOGRAPHY”

Buku Understanding Muhammad: A Psychobigraphy merupakan buku yang mengupas sosok nabi Muhammad SAW dari aspek psikologi. Buku ini ditulis oleh Ali Sina, seorang warga negara Kanada keturunan Iran. Buku ini ditulis dengan tujuan untuk menunjukkan bahaya islam dan sekaligus menyelamatkan umat islam dari belenggu kebohongan. Bagi penulis, umat islam adalah korban utama dari islam (hlm. 4). Apa yang dikatakan Ali Sina ini mirip dengan pendapat Ernest Renan, filsuf Perancis, “Umat islam adalah korban pertama dari islam. Membebaskan seorang muslim dari agamanya adalah hal yang paling baik yang perlu dilakukan.” Kata pengantar buku ini ditulis oleh Ibn Warraq, seorang muslim yang kemudian menjadi seorang agnotis. Di sini Ibn Warraq mengungkapkan kenapa Ali Sina, yang adalah seorang doktor, akhirnya bisa meragukan islam dan sekaligus meninggalkan islam. Pengalaman Ali Sina, termasuk keputusannya meninggalkan islam, tak jauh beda dengan pengalaman Ibn Warraq sendiri. Mungkin karena itulah,...

MEMBACA BUKU “THE PEOPLE VS MUHAMMAD: PSYCHOLOGICAL ANALYSIS”

Buku The People vs Muhammad: Psychological Analysis merupakan buku yang sangat menarik karya J.K. Sheindlin. Buku dengan tebal 853 halaman ini berisi tentang sidang pengadilan nabi Muhammad SAW. Dalam sidang ini masyarakat dunia akan melawan Muhammad. Mungkin sebagian pembaca akan bertanya atas kejahatan apa sehingga Muhammad disidang? Pada halaman 7 dikatakan bahwa buku ini didedikasikan kepada para korban yang telah disembelih di dalam nama Muhammad dan agamanya, islam. Ini sebagai indikasi kejahatan Muhammad. Selain itu, pada halaman 29 – 37 kita juga bisa mengetahui alasan lain kenapa Muhammad harus disidang. Dia bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan yang pernah dilakukannya. Yang menarik, buku ini benar-benar seakan merekam sidang tersebut. Dalam sidang tersebut umat islam akan tampil sebagai pengacara, yang akan membela Muhammad. Karena itu, mulai halam 39 hingga 69 kita akan membaca argumen-argumen dari para pengacara ini. Dalam sidang ini akhirnya pembaca akan men...

HABIB RIZIEQ MENAMPILKAN WAJAH ISLAM ATAU MENCORENGNYA

Tiga tahun, sejak Habib Rizieq kabur ke Arab, sepertinya tidak ada gegap gempita aksi Front Pembela Islam (FPI). Namun sejak pertama kali menginjakkan kakinya di tanah air, suasana yang dulu-dulu kembali hadir. Bandara lumpuh, jalanan macet, aneka spanduk dan baliho menyemaraki kedatangan Iman Besar Umat Islam Indonesia. Tidak hanya itu, segala aturan yang sudah dibangun pun diobrak-abrik. Acara maulid nabi dan pesta pernikahan sang putri benar-benar menampilkan wajah FPI yang selama 3 tahun ini tak kelihatan.

MENGKRITISI DR. ZAKIR NAIK

Dalam salah satu penampilannya, menanggapi pertanyaan seorang kristen yang hadir dalam ceramahnya, DR Zakir Naik dengan sombong menyatakan bahwa Yesus itu bukan Tuhan sebagaimana diimani oleh orang Kristen. DR Zakir menantang orang Kristen untuk mencari dalam Kitab Suci, terkhusus Injil, dimana ada dinyatakan “Akulah Tuhan.” DR Zakir bahkan berani mempertaruhkan imannya jika ada ayat dimana Yesus menyatakan diri-Nya Tuhan. “Saya akan meninggalkan islam jika ada tertulis dalam Kitab Suci Yesus berkata: Akulah Tuhan,” ujarnya.

INI ALASAN MUALAF SUKA BERBOHONG

Masalah pindah keyakinan atau agama itu adalah hal yang biasa. Hal itu merupakan hak azasi setiap manusia. Tidak ada yang melarang. Akan tetapi, ada hukuman bagi orang yang murtad. Bagaimana jika orang islam yang murtad. Selain hukuman di masa depan, hukuman langsung pun dapat dikenakan. Yang terkenal adalah dibunuh. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad, “Siapa saja yang mengganti agamanya, maka hendaklah kalian bunuh dia.” (HR al-Bukhari, no. 6922). Jadi, umat islam lainnya diperbolehkan membunuh umat islam yang telah murtad. Selain itu, tempat bagi orang murtad adalah neraka (QS Al-Baqarah: 217).

MEMBACA SURAT PERNYATAAN SIKAP MUI TERHADAP PRESIDEN PERANCIS DENGAN KRITIS

  Dunia lagi heboh. Titik episentrum kehebohan itu adalah pernyataan Presiden Perancis, Emmanuel Macron yang dinilai telah melecehkan nabi Muhammad SAW. Sebenarnya pernyataan Macron sendiri tidak terkait langsung terhadap penistaan Muhammad. Akar persoalan adalah kartun karikatur nabi Muhammad yang diperkenalkan seorang guru (Samuel Paty) di ruang kelas kebebasan berekspresi. Kartun itulah yang dinilai menghina nabi Muhammad. Samuel Paty yang menampilkan kartun itu akhirnya dibunuh dengan cara dipenggal kepalanya oleh seorang muslim.

INI ALASAN ISLAM IDENTIK DENGAN RADIKALISME

Istilah radikalisme dewasa kini lebih sering dikaitkan dengan islam. Ketika memulai periode kedua masa kepemimpinannya, Jokowi memberikan tekanan pada persoalan radikalisme. Alasannya karena selain mengancam keutuhan negara, radikalisme juga dapat menggangu program kerja Jokowi di 5 tahun mendatang. Memang masih banyak perdebatan soal istilah radikalisme itu. Ada segelintir orang mencoba menggantinya dengan istilah ekstremisme. Akan tetapi, apa pun istilahnya, umum memahaminya dengan tindakan intoleran, memaksakan kehendak, bahkan dengan kekerasan, dan adanya upaya menggantikan dasar negara. Apapun istilahnya, semuanya itu dihubungkan dengan umat islam.

MEMBACA BUKU “MENGAPA SAYA BUKAN MUSLIM”

Buku “MENGAPA SAYA BUKAN MUSLIM” merupakan buku yang mengisahkan perjalanan iman seorang bernama Ibn Warraq . Patut diakui nama Ibn Warraq bukanlah nama sebenarnya. Ini nama yang digunakan penulis untuk setiap tulisannya. Alasan menyembunyikan identitasnya adalah demi keselamatan nyawanya. Maklum, mati adalah kata yang dapat dialamatkan kepada siapa saja yang mengkritisi islam. Penulis buku ini lahir dan besar dalam lingkungan keluarga muslim yang taat dan saleh. Karena itu, buku ini dapat dilihat sebagai bentuk pertanggung-jawaban atas keputusannya meninggalkan iman islamnya. Di sini dia memaparkan alasannya dasarnya kenapa dia meninggalkan islam. Meninggalkan iman islam bukan berdasarkan sentimen emosional, tetapi berdasarkan kebenaran fakta tentang islam yang berdampak pada iman. Jadi, bisa dikatakan bahwa apa yang terjadi pada Ibn Warraq adalah karena sikap kritisnya. Untuk dapat membaca buku ini (atau juga men-download) buku ini, silahkan klik di sini . Selamat membaca!

INI ALASAN KENAPA ISLAM DISEBUT AGAMA PEMBOHONG

Pernah terjadi di media sosial seseorang menulis di akun facebook- nya: “Islam itu agama penipu.” Sontak saja status tersebut mendapat komentar atau tanggapan negatif, yang umumnya berasal dari umat islam. Ada yang mengumpat dengan menggunakan kata-kata babi dan anjing (meski 2 binatang itu termasuk haram/najis dalam agama islam). Ada yang mengutuk. Ada juga yang menanggapi dengan menulis, “Semoga kamu segera mendapat hidayah”, atau “Semoga azab Allah swt ditimpakan padamu”, dan kalimat-kalimat lain yang senada. Ada pula yang mengaitkan dengan orang Kristen dan/atau zionis Yahudi yang dianggap selalu memusuhi islam. Namun ada juga yang berusaha menyadarkan bahwa status tersebut bertujuan mengadu-domba.

MEMAHAMI ISTILAH “KAFIR” DALAM ISLAM

Khusus di Indonesia, hanya umat islam saja yang selalu mengkafir-kafirkan umat agama lain. Dalam budaya Timur Tengah, kata ‘kafir’ merupakan bentuk penghinaan yang paling hina. Karena itu, Yesus Kristus meminta para murid-Nya untuk tidak menggunakan kata itu kepada orang lain (bdk. Mat 5: 22). Seperti apa umat islam memahami kata ‘kafir’ tersebut? Dapatlah dikatakan bahwa kaum kafir terbagi dalam 4 golongan.  Pertama,  kafir harbi , yaitu kafir yang memusuhi Islam. Mereka senantiasa ingin memecah belah orang-orang mukmin dan bekerja sama dengan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Berdasarkan makna ini, orang islam bisa masuk dalam kelompok kafir harbi ini, sejauh mereka tidak berjuang demi umat dan agama islam. Dasar dari kafir harbi ini ada dalam QS. at-Taubah: 107. Ayat ini sering dipakai umat islam untuk mencurigai itikad baik umat agama lain. Segala itikad baik orang selalu dinilai dusta, karena Allah sudah mengatakan demikian. Karen...