ISLAM HARAM DIPIMPIN KAFIR: APA KONSEKUENSINYA
Di sebuah postingan di akun facebook,terlihat gambar demo
penolakan atas pemimpin kafir. Melihat gambar tersebut terlihat jelas bahwa
foto gambar itu ditujukan kepada Ahok, atau bernama lengkapnya Basuki Tjahaya
Purnama. Dengan kata lain, gambar foto yang dimuat di laman facebook tersebut
mau menggambarkan demo menentang Ahok tampil sebagai pemimpin. Apa yang
ditampilkan postingan itu bukanlah suatu hal yang baru.
Namun yang menarik bagi kami sebenarnya adalah komentar atas postingan
tersebut. Adalah Muriasnal Hasan, mengomentari isi tulisan yang ada pada
gambar foto postingan. Muriasnal menulis, “Benar loh. Emang Haram”.
Komentar Muriasnal ini mau menunjukkan kebenaran dari isi tulisan pada gambar
foto postingan, yang berbunyi “Haram Umat Islam Dipimpin Orang Kafir”. Dapat
juga dikatakan bahwa Muriasnal kembali menegaskan bahwa umat islam haram
dipimpin oleh orang kafir.
Siapa itu orang kafir? Dari penjelasan seorang muslim, yang dapat dibaca
pada blog ini, “Siapa Saja Orang Kafir Menurut Islam”, orang kafir itu adalah
orang yang tidak memeluk islam. Namun dalam sumber suci umat islam, yakni
Alquran, orang kafir itu adalah orang Kristen, sekalipun di bagian lain dari
Alquran orang Kristen disebut juga sebagai ahlul kitab.
Terlepas dari pertentangan dalam Alquran itu, fokus tulisan ini hanya pada
komentar Muriasnal tadi. “Benar loh. Emang Haram”. Kami tak tahu apakah
Muriasnal menyadari konsekuensi dari tulisannya tersebut. Ini bukan soal
kebenaran, karena kebenarannya sudah pasti. Ini persoalan efek dari kebenaran
tersebut.
Setidaknya ada beberapa konsekuensi dari pernyataan: “Benar loh. Emang
Haram”.
1. Orang islam tak pantas dan tak layak
tinggal di wilayah atau Negara dimana pemimpinnya adalah orang Kristen. Kita
tahu, ada jutaan umat islam di Amerika Serikat, di Jerman dan beberapa Negara
Eropa lainnya. Di Korea Selatan juga ada. Dan jangan lupa, di Papua dan NTT
juga ada. Jadi, jika umat islam berpegang teguh pada ajaran agamanya, mereka
harus angkat kaki dari sana, karena pemimpinnya adalah orang kafir.
2. Orang islam tak pantas dan tak layak
bekerja di perusahaan dimana pemimpinnya adalah orang Kristen. Tak dapat
dipungkiri ada begitu banyak perusahaan yang dipimpin oleh orang Kristen, yang
dimata umat islam dinilai sebagai kafir. Tak sedikit juga pemain sepak bola
dunia yang bermain di klub yang pelatih atau pemilik klub tersebut adalah orang
Kristen. Jika umat islam berpegang teguh pada ajaran agamanya, mereka harus
angkat kaki dari sana, karena pemimpinnya adalah orang kafir. Atau setidaknya umat
islam lain harus mengingatkan. Faktanya, mereka begitu bangga dengan pesepak
bola islam, seperti Zidane, Salah, Ozil, dll. Seharusnya umat islam berdemo
untuk mengingatkan mereka agar tidak mau dipimpin orang kafir.
3. Ini bisa menjadi perhatian serius bagi
para pemimpin pemerintahan dan juga organisasi perusahaan untuk tidak menerima
umat islam di wilayah otoritasnya atau di perusahaannya. Alasannya, umat islam
tidak akan mengikuti perintah atau kebijaksanaan yang telah dibuat. Dengan kata
lain, umat islam akan menjadi penghalang setiap kebijakan dari pemimpin kafir,
karena mereka menolak untuk dipimpin oleh orang kafir. Umat islam di wilayah
pemerintahan atau di perusahaan yang dipimpin orang kafir akan
menyebabkan laju pemerintahan atau perusahaan menjadi tersendat atau malah
mengalami kemunduran. Mungkin ini dasar Negara Myanmar mengusir muslim Rohingya
dari negaranya.
DEMIKIANLAH 3 konsekuensi dari pernyataan Maurasal tadi. Dari pernyataannya
tersebut dan uraian di atas, semakin jelas bahwa agama islam adalah agama yang
intoleran. Soal islam sebagai agama intoleran sudah banyak buku yang
menyatakannya. Kasus ini hanya sebagai bukti.
Komentar
Posting Komentar