INILAH KEWAJIBAN-KEWAJIBAN ISLAM
Segala sesuatu yang harus dilakukan oleh seseorang dengan tanggung jawab dipahami sebagai kewajiban. Ada dua sumber kewajiban, yaitu dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal). Kewajiban internal sengaja ditumbuhkan oleh diri sendiri karena ada sesuatu yang hendak diraih, sedangkan kewajiban eksternal dikenakan oleh otoritas yang lebih tinggi. Setiap orang yang telah melaksanakan kewajibannya akan mendapatkan ganjaran. Umumnya orang memahami ganjaran sebagai hak. Karena itulah, hak dipahami sebagai seperangkat hal yang diperoleh seseorang sebagai akibat dari penyelesaian kewajibannya. Hak ini selalu dikaitkan dengan kewajibannya.
Dalam kehidupan beragama, setiap agama mempunyai kewajiban bagi umatnya.
Kewajiban dalam agama dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu kewajiban positif
dan kewajiban negatif. Kewajiban positif berarti sesuatu yang mengharuskan
untuk dilakukan, sedangkan sesuatu yang mengharuskan untuk tidak dilakukan
dikenal sebagai kewajiban negatif. Umumnya kewajiban itu bersifat internal,
yaitu berasal dari Tuhan. Selain Tuhan, kewajiban juga dikenakan kepada umat
oleh otoritas agama. Dalam agama, umat yang telah menjalankan kewajibannya akan
diganjar pahala, yang bisa dipahami sebagai “kredit poin” untuk masuk sorga.
Semakin banyak pahala, maka semakin besar peluang untuk dapat masuk sorga.
Beberapa agama masih menjanjikan “pahala” lain lagi di sorga.
Umumnya orang mengenal bahwa islam mempunyai 5 kewajiban, yang dikenal
sebagai rukun islam. Kelima kewajiban itu adalah mengucapkan dua kalimat
syahadat, mendirikan sholat, berpuasa pada bulan ramadhan, menunaikan zakat dan
pergi haji. Bisa dikatakan bahwa 5 kewajiban ini merupakan jenis kewajiban
positif. Akan tetapi, dalam islam di antara 5 kewajiban tersebut ada yang
bersifat mutlak, ada juga yang relatif. Kewajiban menunaikan zakat dan pergi
haji merupakan kewajiban yang bersifat relatif, artinya umat tidak mutlak
melakukannya. Dua kewajiban itu dikenakan hanya kepada yang mampu saja.
Demikian pula kewajiban berpuasa dalam bulan ramadhan.
Selain 5 kewajiban tersebut, masih ada beberapa kewajiban lainnya, yang
nilainya tak jauh beda dengan 5 kewajiban tadi. Artinya, umat islam terpanggil
untuk melaksanakannya. Kewajiban-kewajiban islam lainnya yang harus dilakukan
adalah sebagai berikut:
1.
Membunuh orang kafir. Kewajiban ini lahir dari perintah Allah SWT. Perintah Allah ini banyak
ditemui dalam Alqur’an, misalnya dalam QS al-Baqarah: 191, 216; QS
at-Tahrim: 9; QS an-Nisa: 89; dan juga QS al-Maidah: 33. Secara sederhana yang
dimaksud orang kafir di sini adalah orang yang tidak memeluk agama islam. Ada
banyak kemungkinan alasan kenapa orang kafir ini harus dibunuh atau
dibinasakan. Di antara kemungkinan itu adalah bahwa orang kafir berbahaya bagi
iman umat islam (bdk. QS an-Nisa: 101), dan adanya keinginan agar di dunia ini
hanya ada islam (bdk. QS Ali Imran: 19).
2.
Membunuh orang murtad. Kewajiban ini lahir dari perintah Allah SWT dan nabi Muhammad SAW.
Perintah untuk membunuh orang islam yang meninggalkan keislamannya (murtad)
terdapat dalam hadis Bukhari, salah satu hadis terpercaya dalam islam (HS
Bukhari Vol. 9, Bk. 84, no. 57 dan 58).
3.
Membunuh orang yang menghina Allah SWT dan
nabi Muhammad SAW. Sama seperti kewajiban membunuh orang
kafir, kewajiban ini lahir dari perintah Allah SWT. Karena merupakan perintah
Allah SWT, maka perintah tersebut terdapat dalam Alqur’an (QS al-Maidah: 33; QS
al-Ahzab: 60 – 61). Kewajiban ini menjadi kewajiban membela islam. Umat islam
terpanggil untuk membela agamanya. Karena itu, Buya Hamka pernah berkata, “Jika
diam saat agamamu dihina, gantilah bajumu dengan kain kafan.”
4.
Menikahi anak di bawah umur. Kewajiban ini lahir dari keharusan mengikuti teladan nabi Muhammad SAW.
Alqur’an sudah mengatakan bahwa nabi Muhammad adalah teladan tingkah laku yang
sempurna (QS al-Ahzab: 21 dan QS al-Qalam: 4) sehingga wajib diikuti umat
islam. Nah, dalam hadis Bukhari dan Muslim – keduanya merupakan
hadis terpercaya – dikatakan bahwa nabi Muhammad pernah menikahi anak usia 6
tahun (HS Bukhari Vol. 7, Bk. 62, no. 64, 65, 88; HS Muslim Bk. 8, no. 3310).
Ini adalah teladannya yang boleh diikuti umat islam.
5.
Mandi sekali dalam 7 hari. Kewajiban ini lahir dari perkataan nabi Muhammad SAW. Karena nabi
Muhammad sudah dianggap sebagai teladan tingkah laku sempurna, maka tidak hanya
sikap dan perbuatannya saja yang harus diikuti tetapi juga perkataannya. Nah,
dalam hadis Bukhari – merupakah salah satu hadis terpercaya – nabi Muhammad
pernah berkata kalau umat islam diwajibkan mandi hanya sekali dalam 7 hari (HS
Bukhari Vol. 2, Bk. 13, no. 21). Perkataan nabi ini wajib diikuti umat islam.
6.
Memusuhi orang kafir. Selain diminta untuk membunuh, umat islam juga diperintahkan untuk
memusuhi orang kafir. Kewajiban ini lahir dari perintah Allah SWT, yang
tersebar dalam Alqur’an. Pada umumnya kewajiban ini masuk kategori kewajiban
negatif, yaitu larangan. Ada banyak bentuk atau cara memusuhi orang kafir.
Misalnya, tidak memilih orang kafir sebagai pemimpin (QS Ali Imran: 28; QS
an-Nisa: 144; QS al-Maidah: 57), tidak menjalin relasi dengan orang kafir (QS QS
an-Nisa: 89; QS Ali Imran: 118; QS al-Mumtahanah: 13; QS
al-Gasyiyah: 86), tidak mentaati orang kafir (QS Ali Imran: 149 – 150).
7.
Tidak menshalatkan orang yang bersekutu
dengan orang kafir. Kewajiban ini lahir dari perintah Allah
SWT kepada nabi Muhammad SAW (QS at-Taubah: 84). Karena umat islam terpanggil
untuk mengikuti teladan nabi, maka perintah tersebut menjadi kewajiban bagi
umat islam.
8.
Tidak menyimpan foto, gambar dan/atau
patung serta memelihara anjing. Kewajiban ini lahir
dari perkataan nabi Muhammad SAW. Karena merupakan larangan, maka kewajiban ini
masuk kategori kewajiban negatif. Kewajiban ini tertulis dalam hadis Muslim,
salah satu hadis terpercaya dalam islam (HS Muslim Bk 24, no. 5246, 5248 –
5250, 5254, 5256, 5266).
9.
Tidak boleh makan dengan tangan kiri. Umat islam diperintahkan untuk makan dengan menggunakan tangan kanan.
Kewajiban ini lahir dari perkataan nabi Muhammad SAW, yang dapat dibaca dalam
Hadis Muslim Bk. 24, no. 5234.
DEMIKIANLAH kewajiban-kewajiban umat islam selain 5 kewajiban pokok.
Sebenarnya masih ada begitu banyak kewajiban lainnya. Melaksanakan
kewajiban-kewajiban tersebut berarti
menyenangkan Allah SWT. Seperti yang telah dikatakan di atas,
kewajiban selalu berkaitan dengan hak, dimana hak bisa dilihat sebagai bentuk
ganjaran karena telah melakukan kewajiban. Apa hak umat islam yang telah
melaksanakan kewajibannya? Alqur’an mengatakan bahwa Allah akan
memberikan pahala yang besar (QS an-Nisa: 74) serta menyediakan sorga
(QS Ali Imran: 195 dan QS at-Taubah: 21, 89). Jadi, karena
menyenangkan hati Allah, maka Allah memberikan pahala dan menyediakan sorga.
Di atas sudah dikatakan bahwa setelah di sorga pun umat islam masih akan
mendapatkan ganjaran lain. Kebanyakan orang mengartikan ganjaran itu lebih
bersifat kepuasan seksual. Misalnya, disediakan 72 bidadari cantik (QS
ad-Dukhan: 54 dan QS at-Tur: 20) dan gadis montok sebaya (QS an-Naba: 33).
Jadi, dengan melaksanakan kewajibannya, umat islam mendapatkan haknya, yaitu
pahala, yang bisa dijadikan tiket masuk sorga. Semakin banyak pahalanya,
semakin besar peluang masuk sorga. Dan setelah di sorga, ia akan mendapatkan
kepuasan seksual bersama 72 bidadari cantik dan gadis montok sebaya.
Komentar
Posting Komentar